• Kamis, 2 Desember 2021

Rizal Ramli Sebut Jokowi Layak Dipolisikan, Ngabalin: Dia Dendam karena Sakit Hati

- Senin, 20 September 2021 | 14:41 WIB
Rizal Ramli dan Ali Mochtar Ngabalin (Twitter Ali Mochtar Ngabalin dan Sahabatbangsa)
Rizal Ramli dan Ali Mochtar Ngabalin (Twitter Ali Mochtar Ngabalin dan Sahabatbangsa)
POROS.ID - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin tampak berang dengan pernyataan mantan Menko Perekonomian, Rizal Ramli yang menyebut Jokowi layak dipolisikan karena sering membuat berita bohong.
 
Melalui cuitan di akun Twitter pribadinya, Ali Ngabalin menuding bahwa pernyataan-pernyataan pedas Rizal Ramli kepada Presiden Joko Widodo dilandasi dendam pribadi. 
 
Pengamatan Rizal Ramli terhadap pemerintahan Jokowi selama ini dinilainya tidak murni, melainkan karena sakit hati lantaran dia dipecat dari jabatannya sebagai Menko Perekonomian.
 

"Kalau yg ini orgnya sangat pendendam krn sakit hatinya dlm banget msk sampai sum-sum tulang belakang, nafsunya melebihi akal sehat&yg tertinggal dalam otaknya hanya septic tank tunggu wktnya krn sdh bau tanah," kata Ngabalin dalam cuitannya pada 13 September 2021.

Dia juga menilai bahwa selama menjbat Menko Perekonomian hingga dipecat, Rizal Ramli tidak menunjukkan prestasi yang baik. "Waktu menjabat nggak tahu prestasi apa yg dibuat, akhirnya dipecat OMG," ujarnya.
 
Sebelumnya, pengamat ekonomi, Rizal Ramli menyebut Presiden Jokowi lebih layak dipolisikan dibanding Hersubeno Arief.
 
Hal itu ia katakan saat merespon jurnalis senior Hersubeno Arief yang dipolisikan Gardu Benteng Marhaen (GBM). Arief dianggap sebar berita hoax tentang kondisi Megawati.
 
"Jika itu terjadi, Presiden Jokowi jauh lebih layak dipolisikan. Jokowi banyak menebar berita bohong, seperti mobil esemka, impor dan stop uang," kata Rizal Ramli dikutip dari Seputartangsel.com***

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X