• Rabu, 27 Oktober 2021

Polisi Berpangkat Brigadir yang Banting Mahasiswa: Saya Minta Maaf Mas Fariz

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:10 WIB
Anggota Polresta Tangerang, Brigadir NP saat meminta maaf kepada Fariz, mahasiswa yang dibantingnya saat demo HUT Kabupaten Tangerang (Tangkap layar IG Info Jabar)
Anggota Polresta Tangerang, Brigadir NP saat meminta maaf kepada Fariz, mahasiswa yang dibantingnya saat demo HUT Kabupaten Tangerang (Tangkap layar IG Info Jabar)
 
POROS.ID - Anggota Polresta Tangerang yang membanting mahasiswa ala smackdown diketahui berpangkat brigadir.
 
Ia meminta maaf secara langsung dihadapan mahasiswa kader HIMATA, Fariz yang dibantingnya saat aksi HUT ke 389 Kabupaten Tangerang, Rabu 13 Oktober 2021.
 
Momen permohonan maaf polisi berinisial NP itu direkam oleh seseorang menggunakan smartphone.
 
Dia menyatakan siap bertanggung jawab atas perbuatannya yang telah membanting Fariz ala smackdown itu.
 
 
Ia tidak bisa mengelak atas perbuatan yang telah dilakukannya. Terlebih video saat dirinya melakukan kekerasan terhadap Fariz di depan Kantor Bupati Tangerang, Tiga Raksa itu kini viral di media sosial.
 
Video itu menggambarkan kericuhan antara aparat kepolisian Polresta Tangerang dengan puluhan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa.
 
Saat terjadi kericuhan, Brigadir NP menarik salah seorang mahasiswa dari kerumunan massa aksi yang tak lain adalah Fariz, kader HIMATA.
 
 
Tak sampai di situ, dia kemudian membanting Fariz ala smackdown. Atas perlakuannya itu, Brigadir NP menyampaikan permohonan maaf kepada Fariz.
 
"Saya Brigadir NP minta maaf kepada mas Fariz atas perbuatan saya, dan saya siap bertanggung jawab atas perbuatan saya. Dan sekali lagi minta maaf kepada Fariz dan keluarga," kata NP dalam video yang diunggah akun Instagram @infojawabarat, Rabu13 Oktober 2021.
 
Brigadir NP, anggota Polresta Tangerang, meminta maaf ke seorang mahasiswa bernama Fariz, atas kekerasan yang dilakukannya saat aksi di kantor Bupati Tangerang. Selain itu, NP pun meminta maaf atas kelakuannya itu kepada seluruh elemen mahasiswa.
 
 
Sementara Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro, membenarkan jika NP telah bertindak di luar dari standar operasional prosedur (SOP) soal pengamanan. 
 
Terkait sanksi, kata Kapolresta, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari Divisi Propam Mabes Polri.
 
"Tadi yang bersangkutan (NP) sudah bertemu dengan Pak Kapolda (Irjen Rudy Heriyanto), dan beliau juga sudah minta maaf kepada korban," kata Wahyu dikutip dari akun Instagram @infojawabarat.***
 
 

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mendes Rekomendasikan BUMDes Ini Jadi Percontohan

Sabtu, 25 September 2021 | 12:34 WIB
X