• Rabu, 27 Oktober 2021

Janjikan Honorer Bukan PNS, H Jaminkan Sertifikat Tanah dan akan Kembalikan Uang Puluhan Juta

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 20:40 WIB
Penandatanganan surat pernyataan bersama antara H dengan 7 orang yang merasa tertipu soal dijanjikan jadi pegawai honorer Samsat Malingping (Ist.)
Penandatanganan surat pernyataan bersama antara H dengan 7 orang yang merasa tertipu soal dijanjikan jadi pegawai honorer Samsat Malingping (Ist.)
 
POROS.ID - Seorang warga swasta berinisial H angkat bicara terkait ramainya pemberitaan yang menyebutkan bahwa dirinya terlibat dalam dugaan kasus penipuan dengan modus menjadikan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
 
Diketahui, isu ini mencuat di sejumlah media pasca salah seorang korban bernama Asti Ariska warga asal Desa Rahong Kecamatan Malingping melakukan pelaporan ke Polres Lebak pada 7 Oktober 2021.
 
Disebutkan bahwa ada 10 orang yang dijanjikan menjadi PNS oleh H dan dimintai sejumlah uang muka dengan nilai pariatif, dari Rp5 juta samapi Rp17 juta.
 
 
Dihubungi Poros.id melalui telepon WhatsApp, Minggu 10 Oktober 2021, H tidak membantah bahwa dirinya telah menerima uang dari 9 orang dengan nilai pariatif hingga totalnya puluhan juta rupiah.
 
Namun menurutnya, dia sudah beritikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Hal itu dibuktikan dengan dibuatnya surat pernyataan bersama dengan 7 orang pada 30 September lalu di Mapolsek Malingping.
 
Dalam surat pernyataan bersama itu, terang dia, dituangkan beberapa poin kesepakatan. Diantaranya H sanggup melunasi uang puluhan juta itu dalam kurun waktu satu minggu.
 
Sebagai jaminan, lanjutnya, diapun telah menyerahkan dua buah sertifikat tanah kepada 7 orang tersebut.
 
 
"Saya sudah konsultasi ke tim hukum, meski waktu perjanjian pembayaran sudah lewat, tetapi kalau jaminan sertifikat masih dipegang oleh mereka, berarti masih ada kesepakatannya," katanya.
 
Begitupun dengan dua orang lainnya, lanjut H, menurutnya sudah dilakukan langkah-langkah penyelesaian.
 
"Atas nama Sm sudah diselesaikan, satu lagi atas nama R juga mau diselesaikan, tetapi menolak, karena katanya sudah dikuasakan ke pihak lain," terangnya.
 
Ia pun mengklarifikasi bebeapa hal lainnya. Pertama, ujar H, dia tidak pernah menjanjikan untuk menjadi PNS, melainkan 8 orang honorer Samsat Malingping dan 1 orang honorer RSUD Malingping. 
 
 
Dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan sebanyak 10 orang, dijanjikan menjadi PNS Samsat Malingping, RSUD Malingping dan Dinas PUPR Lebak.
 
"Saya juga tidak pernah memintai uang, melainkan mereka yang memberi dengan alasan buat akomodasi. Dan pada awalnyapun saya tidak kenal mereka, tetapi mereka datang ke rumah saya," tukasnya.***
 

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mendes Rekomendasikan BUMDes Ini Jadi Percontohan

Sabtu, 25 September 2021 | 12:34 WIB
X