• Kamis, 20 Januari 2022

Data ICW: 676 Perangkat Desa Terlibat Korupsi APBDes Disebabkan 4 Faktor Ini, Terbaru di Kabupaten Lebak

- Sabtu, 27 November 2021 | 03:26 WIB
Dalam kurun waktu 5 tahun, ada sebanyak 676 perangkat desa terlibat korupsi APBDes. Bertambah kasus baru di Kabupaten Lebak (Instagram kejaksaan_negeri_lebak)
Dalam kurun waktu 5 tahun, ada sebanyak 676 perangkat desa terlibat korupsi APBDes. Bertambah kasus baru di Kabupaten Lebak (Instagram kejaksaan_negeri_lebak)

POROS.ID - Berdasarkan Data ICW atau Indonesian Corruption Watch, dalam kurun waktu 5 tahun, yakni 2015 hingga 2020, sebanyak 676 perangkat desa terlibat kasus korupsi dana APBDes. Kasus terbaru terjadi di Kabupaten Lebak.

Jumat 26 November 2021, Kejaksaan Negeri Lebak, mengumumkan dugaan korupsi pengelolaan dana APBDes. Kejari menyampaikan telah menahan satu oknum perangkat desa dan satu staf asal salah satu desa di Kecamatan Maja Kabupaten Lebak, Banten.

Kedua perempuan, yakni L (40) perangkat desa bagian Kaur Keuangan dan E (35) staf desa, ditahan di Lapas Rangkasbitung Kabupaten Lebak setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana APBDes 2020.

Baca Juga: 7 Siswa SMP di Lebak Luka luka Tertimpa Atap Sekolah Ambruk, Ini Detik detik Saat Dievakuasi di Reruntuhan

Kepala Kejari Lebak ST Hapsari, menerangkan, kedua tersangka korupsi ini diduga telah menggelapkan dana APBDes atau Anggaran Pendapatan Belanja Desa tahun 2020 sebesar Rp661 juta lebih dari total APBDes 2020 sebesar Rp2,6 miliar.

Fakta-fakta yang sudah ditemukan penyidik, kedua tersangka diduga memindahkan uang APBDes tahun 2020 dari rekening desa ke rekening milik pribadi L dan E serta digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti merehab rumah dan beli mobil.

Modus kedua tersangka ini, kata Hapsari, yaitu memalsukan tanda tangan kepala desa pada saat mengajukan surat permohonan pencairan (SPP) ke Bank.

Baca Juga: 'Sudah Jatuh Tertimpa Tangga', Nyalon Kades Kalah, Cakades Petahana Ini pun Ditahan Polres Pandeglang

"Uangnya mereka gunakan untuk kepentingan sendiri. Khusus L, dia menggunakannya untuk merehabilitasi rumah pribadi dan membeli mobil. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kalporestabes Medan Bantah Suap Pengedar Narkoba

Sabtu, 15 Januari 2022 | 18:18 WIB
X