• Kamis, 20 Januari 2022

Korban Pinjaman Online Depresi hingga Dirawat di RS, Polisi Ungkap 23 Aplikasi Ilegal

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 11:17 WIB
Ilustrasi pinjaman online (Olahan dari google)
Ilustrasi pinjaman online (Olahan dari google)
 
POROS.ID - Pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini sudah benar-benar membuat negara rugi besar dan perekonomi masyarakat terpuruk.
 
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengakui, perekonomian Indonesia pada 2020 mengalami kerugian luar biasa, yaitu kurang lebih sebesar Rp1.356 triliun.
 
Namun, kondisi ekonomi yang terpuruk ini justru malah menjadi peluang usaha ilegal oleh sekelompok orang. Peribahasa mencari kesempatan dalam kesempitan, tepat bagi mereka.
 
 
Mereka adalah para pelaku pinjaman online ilegal yang alih-alih meringankan beban, namun malah membuat masyarakat resah, bahkan depresi.
 
Modus operandinya, meraka menawarkan pinjaman berupa barang dan uang dengan mudah dan cepat melalui aplikasi online yang diiklankan di media sosial.
 
"Pinjaman cepat, proses mudah, dan persyaratan cukup foto KTP," seperti itu iklan yang mereka tawarkan.
 
Di tengah kondisi sulit, sangat mudah bagi mereka untuk menyasar nasabah hingga ke pelosok daerah.
 
Masyarakat yang terdesak dengan kebutuhanpun tidak berpikir panjang, terlebih mengajukan pinjaman sangat mudah, hanya cukup pakai KTP.
 
Namun siapa sangka, hal ini menjadi petaka bagi nasabah yang telat membayar atau mengangsurnya. Mereka diteror secara daring setiap hari hingga mengalami depresi.
 
Hal itu dialami seorang korban berinisial TM, warga Bandung Jawa Barat. Dia mengalami depresiasi akibat ditagih terus-terusan oleh para petugas yang sudah disiapkan oleh perusahaan Pinjol itu.
 
Dilansir Poros.id dari tayangan 'Metro Hari Ini', Jumat 15 Oktober 2021, kontributor metro tv, Agus Utantoro melaporkan bahwa sebanyak 89 orang pekerja pinjol diamankan Polda Jabar.
 
 
Penggerebekan dilakukan Polda Jabar dan DIY di jalan Prof Herman Yohanes, Caturnunggal, Kapanewon Depok, Sleman Yogyakarta di Kantor Pinjol ilegal tersebut pada Kamis 14 Oktober malam.
 
Berdasarkan laporan Agus, terbongkarnya kasus pinjaman online ilegal ini berawal dari pelaporan salah satu korban yang berinisial TM, warga Bandung, Jawa Barat.
 
TM Depresi karena terus-terusan mendapat teror secara daring dari debt collector Pinjol. Diapun saat ini dikabarkan tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
 
Agus Utantoro, menerangkan, hasil pemeriksaan Polda Jabar, kantor pinjaman online yang berada di Sleman Yogyakarta ini sudah berjalan sekitar dua bulan.
 
 
Kantor pinjol ilegal itu menjalankan 23 aplikasi pinjol ilegal dan seluruhnya tak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Untuk diketahui, penagihan secara daring yang dilakukan oleh debt collector Pinjol ilegal atau tidak terdaftar di OJK ini cukup mengkhawatirkan. Bahkan penagihan kerap mengarah pada tindakan premanisme.***

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kalporestabes Medan Bantah Suap Pengedar Narkoba

Sabtu, 15 Januari 2022 | 18:18 WIB
X