• Rabu, 27 Oktober 2021

Jokowi Sikat Habis Mafia Tanah, Masyarakat Tetap Waspada, Kenali Modusnya dan Ikuti 3 Langkah Ini

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 21:12 WIB
Presiden Jokowi meminta kepada Polri untuk menyikat habis mafia tanah (Web ATR BPN)
Presiden Jokowi meminta kepada Polri untuk menyikat habis mafia tanah (Web ATR BPN)
 
POROS.ID - Ketegsan pemerintah terhadap pelaku kasus mafia tanah belum mampu membuat mereka jera. Pasalnya ksaus ini masih saja terjadi.
 
Ironisnya, yang menjadi korban bukan hanya kalangan masyarakat awam, melainkan korbannya menyasar semua kalangan.
 
Brau-baru ini publik dibuat heboh dengan kasus mafia tanah yang dialami oleh keluarga mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.
 
Kasus-kasus mafia tanah yang terus berulang ini menjadi perhatian serius bagi Presiden RI Joko Widodo. Ia meminta kepada jajaran Polri agar menyikat habis, siapapun pelakunya.
 
Ia juga mewanti-wanti agar jangan sampai ada aparat penegak hukum yang membekingi mafia tanah tersebut.
 
Meski pemerintah bersama APH menyatakan berkomitmen penuh dalam memberantas mafia-mafia tanah, namun masyarakat harus tetap waspada.
 
Berikut beberapa tips agar terhindar dari jerat penipuan mafia tanah:
 
1. Jangan sekali-kali memberikan sertifikat tanah kepada pihak lain.
 
Sertifikat berpindah tangan kepada pihak lain, baik dalih diinjamkan atau lainya merupakan pintu masuk bagi pelaku untuk melancarkan aksinya.
 
 
2. Selektif dalam memilih broker (calo) atau jasa notaris saat jual beli tanah.
 
Dalam memilih pelantara ataupun notaris yang biasa disebut pejabat pembuat akta tanah (PPAT), harus super hati-hati.
 
Terhadap notaris atau PPAT, lihatlah terlebih dahulu rekam jejak kinerja serta reputasi notaris itu sendiri.
 
Jika tanah dijual melalui broker atau perantara, waspadai ketika dia mengajukan permintaan yang aneh-aneh.
 
3. Pantau dan ikuti gerak langkah broker maupun notaris.
 
Meski sudah menunjuk dan mempercayakan kepada notaris, pemilik tanah harus tetap aktif untuk mendampinginya.
 
Proses yang paling penting didampingi adalah saat melakukan pengecekan data tanah di kantor BPN
 
 
Jika tidak ingin kena tipu mafia tanah, lakukan tiga langkah diatas. Karena sejak kecil kita sudah diajarkan agar jangan suudzon, namun wajib waspada.
 
Modus Operandi Mafia Tanah
 
Dikutip dari web Kementerian ATR BPN, Direktur Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan, Daniel Adityajaya, menjelaskan ragam modus operandi atau teknik cara-cara beroperasi yang dipakai oleh pelaku mafia tanah.
 
Modus tersebut diantaranya adalah pemalsuan dokumen, pendudukan legal atau tanpa hak, mencari legalitas di pengadilan dan melakukan rekayasa perkara.
 
Selain itu, mafia tanah ini menurutnya, kerap juga  kolusi dengan oknum aparat untuk mendapatkan legalitas. 
 
 
Salah satu contoh kasus yang terjadi dalam praktik mafia tanah, terang dia, yaitu dengan memprovokasi masyarakat, petani atau penggarap tanah untuk mengokupasi atau mengusahakan tanah secara ilegal di atas perkebunan HGU, baik yang akan berakhir maupun yang masih berlaku. 
 
Serta ada beberapa kasus pemalsuan dokumen terkait tanah seperti Eigendom, Girik, Surat Keterangan Tanah, SK Redistribusi Tanah, serta tanda tangan Surat Ukur.
 
Dijelaskannya bahwa mafia tanah ini pergerakannya tidak jauh dari masalah sengketa dan konflik. Mereka menggunakan cara-cara yang melanggar hukum dan biasanya dilakukan oleh sekelompok orang secara terencana, rapi, dan sistematis.
 
 
Adapun faktor terjadinya mafia tanah ini, lanjut dia, dapat disebabkan beberapa hal, diantaranya tanah tidak dapat diperbaharui, tanah memiliki nilai ekonomis yang tinggi, serta tanah sangat dibutuhkan masyarakat.
 
Hal tersebut memunculkan satu keinginan para mafia untuk dapat menguasai tanah dengan cara-cara melanggar hukum.***
 

Editor: Rahmat Hidayat

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X