• Minggu, 29 Januari 2023

Lima Kabupaten/Kota di Banten Bakal Dapat 87.609 STB Gratis, KNPI Desak agar Pendistribusian Tepat Sasaran

- Kamis, 15 Desember 2022 | 13:29 WIB
Ketua DPD KNPI Banten, Dwi Nopriadi Atma Wijaya dan Sekjen Suparta Kurniawan  (Dok. Poros)
Ketua DPD KNPI Banten, Dwi Nopriadi Atma Wijaya dan Sekjen Suparta Kurniawan (Dok. Poros)

 


POROS.ID - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI akan segera membagikan 87.609 Set Top Bok (STB) secara gratis kepada warga tidak mampu di lima kabupaten-kota di Provinsi Banten

Kelima kabupaten dan kota yang akan menerima STB gratis dari Kementerian Kominfo itu diantaranya Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kota Serang dan Kabupaten Pandeglang

Dari Lima Kabupaten-kota tersebut, diketahui bahwa Kabupaten Lebak mendapatkan jatah terbanyak, yakni 31.611 STB, kemudian disusul Kabupaten Pandeglang 27.966 STB, Kabupaten Serang sebanyak 15.807, Kota Serang 8.020 dan Kota Cilegon 4.306

Menyikapi hal itu, Ketua DPD KNPI Banten versi La Ode Umar Bonte, Dwi Nopriadi Atma Wijaya mendesak kepada Kementerian Kominfo agar mampu mendistribusikan STB kepada masyarakat yang membutuhkan dengan tepat sasaran.

Selain itu, Dwi Nopriadi juga meminta kepada pemerintah kabupaten maupun kota agar turut mensukseskan pembagian STB gratis ini. Karena, kata Dwi, secara teknis pembagian STB gratis dari Kementerian Kominfo ini akan melibatkan pemerintah kabupaten-kota hingga desa dan kelurahan

"Kementerian Kominfo harus bisa memastikan pendistribusian STB gratis di Banten tepat sasaran. Seluruh masyarakat kurang mampu harus mendapatkan STB gratis itu, sehingga mereka bisa kembali mengakses siaran televisi digital," kata Dwi kepada wartawan di Kota Serang, Kamis 15 Desember 2022

Jika berkaca pada beberapa program bantuan pemerintah yang sudah digulirkan selama ini, lanjut Dwi, masih kerap kali ditemukan bantuan yang tidak tepat sasaran. Dan hal itu, tndas Dwi, kerap menjadi pemicu kekisruhan di tengah masyarakat

"Dalam pembagian STB gratis ini kami tidak ingin mendengar ada masyarakat atau rumah tangga yang benar-benar tidak mampu malah terlewat," tukasnya ***

 

Halaman:

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X