• Minggu, 29 Januari 2023

Pembangunan Fasum dan Fasos RSUD Malingping Molor, Kontraktor PT. JAR Kena Denda

- Selasa, 13 Desember 2022 | 11:42 WIB
Lokasi pembangunan Fasum dan Fasos RSUD Malingping, Selasa 13 Desember 2022. Terpantau ada beberapa orang pekerja di lokasi  (Poros)
Lokasi pembangunan Fasum dan Fasos RSUD Malingping, Selasa 13 Desember 2022. Terpantau ada beberapa orang pekerja di lokasi (Poros)

POROS.ID - Pembangunan Fasum dan Fasos RSUD Malingping yang menelan anggaran sebesar Rp5,1 miliar lebih molor alias pelaksana pekerjaan tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai ketentuan dalam kontrak.

Berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Fasum dan Fasos RSUD Malingping yang ditujukan kepada pihak pelaksana PT. Jessica Anugerah Rezeky (JAR), disebutkan bahwa tanggal mulai kerja 1 September 2022 dan pekerjaan harus selesai pada tanggal 29 November 2022

Namun hingga batas waktu sesuai ketentuan kontrak, yakni pada 29 November 2022, pembangunan Fasum dan Fasos RSUD Malingping tak kunjung rampung. Bahkan, hingga Selasa 13 Desember 2022, di lokasi masih terpantau ada beberapa orang pekerja

Dihubungi melalui WA Messenger, Selasa 13 Desember 2022, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Fasum dan Fasos RSUD Malingping, Nasrudin membenarkan bahwa batas akhir masa pengerjaan proyek tersebut adalah tanggal 29 November 2022

Ia juga tidak membantah bahwa pihak pelaksana pekerjaan, PT. Jessica Anugerah Rezeky, tidak bisa menyelesaikan pekerjaan pada tanggal 29 November

"Betul, batas waktu pelaksanaan Fasum tanggal 29 November 2022," kata Nasrudin yang juga merupakan Kepala Bidang Keperawatan RSUD Malingping itu

Atas adanya keterlambatan pekerjaan itu, lanjut Nasrudin, pihaknya pun memberikan kesempatan penyelesaian pekerjaan kepada pihak pelaksana dengan konsekuensi denda

"Dan pelaksana PHO tanggal 6 Desember 2022, sehingga ada keterlambatan 7 hari. Itu kena denda 1/1000," terangnya

Saat ini, kata Nasrudin, pelaksana kegiatan tengah menunggu pembayaran dari pihaknya. "Sekarang sedang proses reviu BPKP sebelum dilakukan pembayaran," tukasnya***

Halaman:

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X