• Kamis, 2 Desember 2021

Jamaah Ini Menyesal karena Terlanjur Terima 'Serangan Fajar' dari Cakades, Ini Anjuran Ustaz Abdul Somad

- Senin, 25 Oktober 2021 | 17:31 WIB
Ustaz Abdul Somad membahas politik uang Pilkades (Facebook HijrahPos)
Ustaz Abdul Somad membahas politik uang Pilkades (Facebook HijrahPos)
 
POROS.ID - Penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam beberapa kesempatan menyampaikan kepada para jamaah bahwa money politics atau politik uang adalah haram dan termasuk pada dosa besar.
 
Pada satu kesempatan, Ustaz Abdul Somad mendapatkan pertanyaan dari salah seorang jamaah terkait sogokan money politics atau 'serangan Fajar' dari calon kepala desa.
 
Jamaah tersebut mengaku telah menerima uang sogokan money politics dari salah satu calon kepala desa. Kemudian setelah mendengar ceramah Ustaz Abdul Somad, jamaah itu menyesalinya.
 
 
Dikutip Poros.id dari kanal YouTube Gus I, yang diunggah pada 9 September 2019, seorang jamaah melontarkan pertanyaan kepada Ustaz Abdul Somad yang ditulis dalam sehelai kertas. Pertanyaan tersebut dibacakan oleh Ustaz Abdul Somad.
 
"Apa hukumnya kalau saya sudah terlanjur menerima uang dari calon kades kemarin, apakah harus saya kembalikan? Karena uangnya sudah dipakai untuk bayar sekolah anak saya, saya galau pak ustaz," kata UAS membacakan pertanyaan jamaah.
 
Ia pun kemudian menjawab sambil diselingi guyon.
 
"Berapa yang dikasih calon kades itu kemarin, 100 ribu?, pelit kali cakadesnya, tempat kami 200," ucap UAS.
 
UAS menganjurkan kepada jamaah tersebut agar mengganti uang yang sudah terpakai itu dan menyerahkannya kepada anak yatim.
 
 
"Kalau cuma 100, kau balikan yang 100 itu, serahkan ke anak yatim. Itu bukan niat sedekah, tapi mengembalikan uang umat kepada umat," tandasnya.
 
UAS juga mengingatkan kepada para jamaah agar tidak mengulangi hal tersebut, yaitu menerima uang sogokan dari calon kades.
 
"Jangan (dilakukan) lagi, kalau masuk neraka gara-gara Rp100 ribu, kan kecil kali. Kalau masuk neraka agak besar lah, 1 M," ujarnya.
 
Pada kesempatan lain, UAS kembali menegaskan bahwa pada praktik politik uang, baik yang memberi maupun yang menerima, maka dilaknat oleh Rasulullah SAW. 
 
 
Dilansir Poros.id dari kanal YouTube Mustika Islam yang diunggah pada 7 September 2020, UAS megutip hadits Nabi SAW terkait sogokan.
 
Hal itu diungkapkan UAS saat ada salah seorang Caleg yang bertanya bahwa dirinya menang nyaleg dari hasil money politics.
 
"Saya mengikuti pemilihan anggota dewan dan menang, tapi kemenangan saya peroleh dengan cara money politics, menyiram duit, apakah yang saya peroleh itu haram?," kata penanya yang juga dibacakan oleh UAS.
 
"La'ana Rasulallah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Arrosi Walmurtasi; Rasulullah melaknat orang yang menyogok dan yang menerima sogok," ujar UAS.
 
 
Lebih lanjut UAS menegaskan bahwa setiap dari hasil yang haram, maka akan haram
 
"Nabi melarang (makan) hasil jual beli anjing, hasil jual beli babi, hasil prostitusi, WTS, PSK, hasil dukun," imbuhnya.
 
Selanjutnya, kata UAS, jika hasil (profesi) haram itu dipakai ongkos dan biaya naik haji atau umrah,  dipakai membangun masjid, dipakai beli beras untuk menyantuni anak yatim, maka tidak akan diterima oleh Allah SWT.
 
"Innallaha Thayyibun layaqbalu Illa Thayyiban; Allah maha suci, maka tidak menerima kecuali yang suci suci saja," tukasnya.***

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Terkini

X