• Kamis, 2 Desember 2021

Mardani PKS ke Jokowi-Amin: Jangan Sepelekan Temuan Utang Tersembunyi ke China Rp245 Triliun

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 22:24 WIB
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera (IG Mardani Ali Sera)
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera (IG Mardani Ali Sera)
 
POROS.ID - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan catatan khusus terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang sudah dua tahun menjabat.
 
Salah satunya adalah terkait hasil Lembaga Riset Keuangan asal Amerika Serikat bernama AidData, yang memperkirakan Indonesia punya utang tersembunyi ke China sebesar Rp245 triliun.
 
Utang ini diduga untuk membiayai proyek besar pemerintah untuk pembangunan program Belt and Road Initiative (BRI). Salah satunya kereta cepat Jakarta-Bandung.
 
 
“Jangan sepelekan temuan ini," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, dilansir dari fraksi.pks.id, 20 Oktober 2021.
 
Terlebih dampak dari keputusan yang serba instan dan kejar-tayang lanjut Mardani, akan membebani APBN.
 
"Perubahan sumber pendanaan ke kas negara tentu menimbulkan beban utang baru. Ini bisa menjadi bom waktu dan membahayakan ekonomi kita ke depan," imbuh anggota Komisi II DPR itu. 
 
Hal yang sama dilontarkan Ahli ekonomi, Rizal Ramli (RR). Dalam akun facebook Rizal Ramli yang diunggal Jumat, 22 Oktober 2021, Ia menilai pemerintah seharusnya tahu diri soal keuangan negara.
 
 
"Saat ini Indonesia tengah defisit anggaran yang cukup tajam akibat sentimen negatif pandemi Covid-19" kata Rizal Ramli
 
Dalam kurun dua tahun ini, lanjut Rizal Ramli, ekonomi nasiona porak poranda.
 
"Kita enggak punya uang untuk membangun ibu kota baru, atau proyek ini atau proyek itu. Tapi mereka paksakan juga" tulisnya.
 
Selain itu, RR juga melihat utang Indonesia yang sudah semakin membengkak. Untuk membayar pokok pinjaman saja negara harus menggelontorkan dana Rp 400 triliun, katanya.
 
 
"Kemudian membayar bunga pinjaman sebesar Rp 370 triliun, sehingga total utang yang harus dibayar negara tahun ini  Rp 730 triliun," ujarnya
 
Maka dari itu, RR merasa heran jika ada megaproyek pembangunan ibu kota yang akan tetapi dilanjutkan Jokowi. Karena dari segi kemampuan bayar utang negara saja, pemerintah harus berutang lagi.
 
"Harus gali lobang tutup jurang. Ini pengelolaan fiskal yang ugal-ugalan. Tapi selalu diklaim pengelolaan fiskal yang bertanggung jawab. Itu banyak bohong," tutupnya.
 
 
Untuk diketahui, utang tersembunyi atau hidden debt itu disampaikan oleh lembaga riset AidData dalam laporan bertajuk 'Banking on the Belt and Road: Insight from a new global dataset of 13.427 chinese development projects.'
 
AidData adalah lembaga penelitian pengembangan internasional. Laporan ini membahas 13.427 proyek di 165 negara dengan nilai US$843 miliar.****

Editor: Rahmat Hidayat

Sumber: fraksi.pks.id

Tags

Terkini

X