• Kamis, 2 Desember 2021

Politik Uang Pilkades Diancam 9 Bulan Penjara, Polres Lebak akan Tindak Lanjuti Cakades Nyawer Saat Kampanye

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 11:42 WIB
Polres Lebak Polda Banten ingatkan para calon kades agar tidak lakukan politik uang, karena dapat dipidana penjara 9 bulan (Ist.)
Polres Lebak Polda Banten ingatkan para calon kades agar tidak lakukan politik uang, karena dapat dipidana penjara 9 bulan (Ist.)
 
POROS.ID - Dalam UU Desa memang tidak ada aturan jelas mengenai mekanisme penanganan tindak pidana politik uang atau Cakades nyawer pada pemilihan kepala desa.
 
Beda halnya dengan Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Disana secara detail mengatur penanganan tindak pidana politik uang atau Cakades nyawer.
 
Guna berlangsungnya pemilihan kepala desa yang sehat tanpa politik uang dan mengantisipasi adanya Cakades nyawer, Polres Lebak Polda Banten, menerapkan pasal 149 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
 
"Hari gini Pilkades masih pakai politik uang . Ayo berkompetisi sehat, pemberi (Cakades nyawer) dan penerima suap dapat dipidana," demikian isi poster yang disebar Polres Lebak.
 
Baca Juga: 
 
Masih dalam poster, disebutkan bahwa pada pasal 149 KUHP, memberi janji atau suap kepada pemilih untuk gunakan hak suara tertentu saat pemilihan dapat dipidana 9 bulan penjara.
 
Dihubungi Poros.id melalui WA Messenger, Sabtu 23 Oktober 2021, Kapolres Lebak AKBP Teddy Rayendra membenarkan bahwa poster tersebut resmi milik Polres Lebak, Polda Banten.
 
"Ya om (poster Polres Lebak)," singkatnya.
 
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lebak AKP Indik Rusmono menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti setiap dugaan pelanggaran politik uang pada Pilkades, baik yang sifatnya pengaduan maupun temuan.
 
Baca Juga: 
 
 
Termasuk dugaan bagi-bagi uang atau nyawer saat kampanye yang dilakukan oleh dua orang calon kepala desa di Lebak Selatan, Banten.
 
"Akan kita tindaklanjuti, baik itu laporan masyarakat, maupun temuan," kata Kasat Reskrim dihubungi Poros.id melalui WA Messenger, Sabtu 23 Oktober 2021.
 
Diberitakan sebelumnya, dua calon kepala desa di Lebak Selatan, Banten secara terang-terangan bagi-bagi uang saat menggelar kampanye terbuka.
 
Diketahui, keduanya merupakan calon kepala desa dari dua kecamatan yang berbeda di Lebak Selatan, yakni diduga MY alias C dan NA alias A.
 
 
Hal ini menjadi geger dan diperbincangkan masyarakat setelah video bagi-bagi uang yang dilakukan keduanya saat menggelar kampanye terbuka beredar.
 
Gaya bagi-bagi uang yang dilakukan oleh keduanya serupa, yakni melemparkan sejumlah pecahan uang kertas kepada massa kampanye sebanyak beberapa kali.***

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X