• Kamis, 2 Desember 2021

Wasekjen PB HMI Beri Komentar Soal Sanksi Polisi yang Banting Mahasiswa

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:39 WIB
Wasekjen PB HMI Aliga Abdillah (Ist.)
Wasekjen PB HMI Aliga Abdillah (Ist.)
 
POROS.ID - Insiden mahasiswa dibanting polisi saat aksi unjuk rasa di Tangerang sudah sepekan lebih berlalu. Namun masih tetap melekat diingatan publik, khususnya kalangan aktivis pemuda dan mahasiswa.
 
Atas perbuatannya yang bertindak di luar SOP itu, Brigadir NP pun sudah dijatuhi sanksi berlapis, dari mulai penahanan selama 21 hari, mutasi yang bersifat demosi dan bahkan teguran tertulis.
 
Sanksi tegas dan cepat yang dilakukan oleh Polda Banten itu menuai apresiasi. Sikap tegas Kapolda Banten dinilai dapat menjadi contoh bagi para pimpinan institusi-institusi yang ada di Banten.
 
Berita Sebelumnya: 
 
 
 
"Tentu harus menjadi contoh, ketika bawahnya melakukan kesalahan dilapangan ini harus menjadi contoh Jiwa Kepemimpinan lainnya bukan saja di internal kepolisian namun di Institusi lainnya di Banten," kata Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Aliga Abdillah, Kamis, 21 Oktober 2021.
 
Menurut Aliga, kecepatan Polda Banten dalam merespons pelanggaran anggotanya itu, menjadi representasi kesungguhan dan perhatian Kapolda Banten atas ekspektasi masyarakat terhadap pelanggaran personel.
 
"Pengambilan sanksi tegas setidaknya membuat ketenangan dikalangan mahasiswa dan masyarakat dalam menyampaikan Aspirasinya," ujarnya.
 
 
Aliga berharap pimpinan Kewilayahan lainnya dapat melakukan penegakan hukum yang cepat, transparan dan tegas terhadap pelanggaran anggotanya, seperti yang telah lakukan Kapolda Banten sesuai dengan Program Presisi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ***
 

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X