• Kamis, 2 Desember 2021

Spanduk 'Tolak Sampah Tangsel' Dicopot, Warga Cilowong Ribut dengan Petugas: Buka Baju Bapak!

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 01:22 WIB
Warga ribut dengan Satpol PP Kota Serang diduga akibat spanduk penolakan sampah dicopot (Dok. Kabar Banten - Tangkap layar FBN)
Warga ribut dengan Satpol PP Kota Serang diduga akibat spanduk penolakan sampah dicopot (Dok. Kabar Banten - Tangkap layar FBN)
 
POROS.ID - Keributan yang melibatkan warga dan petugas Satpol PP terjadi di Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Rabu 20 Oktober 2021.
 
Warga tampak geram. Dengan nada tinggi, salah seorang warga menantang petugas agar membuka seragamnya.
 
Berdasarkan informasi, keributan dipicu oleh ulah anggota Satpol PP Kota Serang yang diduga mencopot spanduk warga yang dipasang di lokasi Tempat Pemerosesan Akhir Sampah  (TPAS) Cilowong.
 
Baca Juga: 
 
 
 
Spanduk itu berisi pernyataan warga yang menolak pembuangan sampah dari Tangerang Selatan ke lokasi tersebut.
 
"Bapak aparat bukan, digaji oleh siapa?, kalau bapak seperti ini, buka baju bapak," kata salah seorang warga dikutip dari video yang diunggah Fesbuk Banten News, Rabu 20 Oktober 2021 malam.
 
"Pasang, pasang, pasang," timpal beberapa warga lainnya.
 
Diketahui, pada 27 April 2021, Pemkot Serang dengan Pemkot Tangerang Selatan melakukan perjanjian kerjasama terkait pembuangan sampah.
 
 
Dalam perjanjian kerjasama yang berlaku selama tiga tajun itu disepakati oleh kedua belah pihak, TPAS Cilowong siap menampung sampah maksimal 400 ton sehari yang dikirim dari Tangsel.
 
Dari setiap ton sampah kiriman dari Tangsel, Pemkot Serang mendapatkan retribusi Rp 175 ribu per tonnya. Kiriman sampah dari Tangsel ke Serang dimulai sejak Juni 2021 lalu.
 
Sejak awal terhembus kabar akan dilakukan nkerjasama ini, penolakan dari warga terus bermunculan.
 
 
Terakhir, pada 14 Oktober 2021, puluhan warga Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan berunjuk rasa di Puspemkot Serang.
 
Dalam aksinya mereka menagih janji Pemkot Serang terkait pemberian kompensasi untuk warga.
 
Massa aksi mengatakan, meski pembuangan sampah dari Tangsel sudah berjalan beberapa bulan, namun warga sekitar TPAS hanya mendapatkan baunya saja.***
 

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Terkini

X