• Kamis, 2 Desember 2021

Jokowi ke Erick Thohir: BUMN Tak Sehat Jangan Diberi Proteksi, Tutup Saja!

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 08:25 WIB
Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Thohir (Tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Thohir (Tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden)
 
POROS.ID - Presiden Joko Widodo  meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan budaya profesionalisme kerja dan nilai-nilai dasar di dalam diri para pimpinan BUMN.
 
Karena para direktur utama BUMN merupakan orang-orang terpilih yang diharapkan percaya diri menghadapi persaingan baik secara nasional maupun global.
 
Dilansir Poros.id dari kanal Youtube Sekretariat Presiden yang diunggah tanggal 16 Oktober 2021, Presiden Jokowi memberikan peringatan keras kepada para Dirut BUMN.
 
 
Hal itu disampaikan Jokowi di Ballroom Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis, 14 Oktober 2021.
 
Para Dirut BUMN diminta untuk membangun sebuah kultur kerja yang lebih sederhana. Ia menginginkan alur kerja pemerintahan yang kompleks tidak diterapkan di BUMN.
 
Sebagai contoh kata Presiden, perizinan untuk pembangkit listrik, terdapat 259 naskah perizinan dengan nama berbeda tetapi maksud di dalam surat tersebut sama.
 
 
Butuh waktu yang lama untuk menempuh izin tersebut. Ada yang 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun, 6 tahun, dan ada yang mengadu sampai 7 tahun.
 
Dengan berbelit-belitnya mekanisme izin lanjut Jokowi, hanya  akan menghambat investasi di Indonesia.
 
"Siapa yang mau investasi kalau berbelit-belit seperti itu? Sudah di kementeriannya berbelit-belit, di daerahnya berbelit-belit, masuk ke BUMN-nya berbelit-belit lagi. Lari semua,” katanya.
 
Selain itu Presiden juga menginstruksikan Menteri BUMN untuk tidak lagi memberikan proteksi kepada perusahaan BUMN yang sakit.
 
 
"Waktu dulu BUMN Sakit tambahi PNM, sakit suntik PNM. Maaf terlalu enak sekali," ujar Presiden
 
Sehingga membuat kinerja BUMN tidak profesional. Tidak mampu berkompetisi, tidak berani bersaing, tidak berani mengambil resiko.
 
"Jadi lupakan itu pa Mentri yang namanya poteksi-proteksi itu pa Menteri. Jika ada BUMN yang tidak sehat tutup saja," tegas Presiden
 
Presiden berharap BUMN bisa go global, bersaing di dunia internasional, dengan menata skma udaha dan beradaptasi dengan model bisnis dan teknologinya.
 
 
Pada kesempatan tersebut, Presiden menuturkan bahwa BUMN di Indonesia sudah mulai melakukan penggabungan, konsolidasi maupun reorganisasi.
 
Jika BUMN tidak bisa beradaptasi dan kesulitan dalam menjalankan bisnisnya, maka sebaiknya berpartener dengan perusahaan lain agar produktifitas usaha bisa meningkat dan bersaing dengan iklim ekonomi global.
 
"Saya ingin melihat dalam setahun dua tahun ini, ada perubahan profesionalisme pundamental BUMN, sehingga daya saing BUMN bisa naik levelnya," tutup Presiden.***

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X