• Rabu, 27 Oktober 2021

Dapat Baunya Doang dari TPSA Cilowong, Warga Tagih Kompensasi ke Pemkot Serang

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 16:35 WIB
Warga demo tagih kompensasi TPSA ke Pemkot Serang (Tim Poros 01)
Warga demo tagih kompensasi TPSA ke Pemkot Serang (Tim Poros 01)
 
POROS.ID - Puluhan warga Pasir Gadung Wadas, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan demo di Puspemkot Serang.
 
Mereka menagih janji pemberian kompensasi pembangunan TPSA Cilowong dari kerjasama antara Pemkot Serang dengan Pemkot Tangsel.
 
Diketahui, sebelumnya Pemkot Serang dan Pemkot Tangsel sudah sepakat bekerjasama.
 
Kerjasama itu untuk melakukan pembuangan sampah dan akan dilakukan pembangunan di TPSA Cilowong
 
Pada hal kerjasama itu juga ada dana kompensasi sebesar Rp 21 miliar dari Pemkot Tangsel
 
Koordinator Aksi Aliudin menyampaikan, Februari 2021 lalu Pemkot berjanji akan memberikan kompensasi kepada masyarakat TPSA Cilowong, tapi hingga saat ini belum terpenuhi. 
 
"Kami hari ini datang untuk mengingatkan, tolong tepati janji kepada masyarakat sekitar TPSA Cilowong," katanya.
 
 
Mereka merupakan masyarakat Pasir Wadas, lokasi ke TPSA hanya beradius 120 meter dari ujung sampah.
 
"Kami menuntut segera cairkan dana kompensasi dicairkan, karena sudah satu bulan full pembuangan sampah dari Tangsel sudah dilakukan," lanjutnya. 
 
Selain itu, pihaknya juga menuntut, segera lakukan pembangunan TPSA Cilowong. Karena, janji sebelumnya bahwa akan dilakukan pembangunan sebelum dilakukan pembuangan sampah.
 
"Tapi kenyataannya tidak. Dibuang dulu, baru pembangunan. Ini sudah melanggar perjanjian dengan masyarakat," tandasnya.
 
 
Selain itu, lanjut Aliudin, jam pengoperasian pembuangan sampah dari Pemkot Tangsel pun tidak jelas.
 
Padalahal menurutnya, masyarakat menginginkan pembuangan sampah dimalam, bukan siang hari. 
 
"Kalau siang hari membuat masyarakat terganggu, jalan pun macet. Bau pun tidak terkendali," ujarnya
 
"Bahkan baunya juga masih tercium diradius 5 kilometer, karena sampah yang dibuang bukan sampah kering melainkan sampah lama atau basah," imbuhnya.
 
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Safudin menyampaikan, aksi masyarakat ini menuntut dana kompensasi yang diberikan Pemkot Tangsel dengan anggaran Rp 21 miliar. 
 
Kata dia, sebetulnya, anggaran itu pihaknya sudah menyerahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang. 
 
Selain itu, masyarakat juga meminta dana KDN yang 10 persen dari jumlah sampah yang dikirimkan dengan nilai Rp 75 ribu per satu ton. 
 
"Itu sudah dihitung dan sekarang berproses yang akan disalurkan langsung melalui rekening masing-masing. Karena kalau melalui peguyuban hawatir penyelewengan," kata Nanang. 
 
 
Kalau yang lainnya, masyarakat mengeluhkan bau yang menyengat. Pemkot Serang akan segera memberikan surat kepada Wali Kota Tangsel agar armada yang dioperasikan sesuai dengan SOP. 
 
"Tidak ada anggaran yang masuk ke OPD yang lain, semua masuk ke DLH sampai ke kompensasi apapun," jelasnya. 
 
Sedangkan untuk pembangunan, dia mengatakan, pengerjaannya harus melalui lelang. Kata dia, saat ini juga pihaknya sudah menayangkan data lelangnya.
 
 "Sedang dilelang, kalau sudah ada yang dapet lelangnya baru dilakukan pembangunannya," tandasnya.***

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Teks dan Makna Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:08 WIB
X