• Rabu, 27 Oktober 2021

WH Punya Podcast, Gubernur Banten Jadi Host dan Mengendorse Dua Produk Ini

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 03:19 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim saat menjadi host di WH Podcast (Tangkap Layar YouTube Gubernur BantenWahidin Halim)
Gubernur Banten Wahidin Halim saat menjadi host di WH Podcast (Tangkap Layar YouTube Gubernur BantenWahidin Halim)
 
POROS.ID - Perkembangan dunia digital  kian masif dan mendorong banyak saluran media baru. Salah satunya yang cukup banyak digandrungi adalah podcast.
 
Dari mulai kalangan aktivis, politisi, pemuka agama, seniman, artis, komedian, jurnalis bahkan hingga pejabat negara kian marak memiliki ruang podcast.
 
Tak ketinggalan orang nomor satu di Banten, Gubernur Wahidin Halim. Saat ini ia memiliki ruang podcast yang dinamainya WH podcast.
 
 
Penelusuran Poros.id di kanal YouTube Gubernur Banten Wahidin Halim, diketahui sudah dua kali WH mengisi ruang podcsatnya.
 
Di tayangan perdana yang diunggah 12 Oktober 2021, ia menghadirkan Ketua LPTQ Banten Ahmad Tholabi dan khafilah Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ),  Sumaiyah. 
 
Sementara pada tayangan video kedua yang diunggah pada tanggal yang sama, ia menghadirkan Kadis Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid dan Kadis Ketapang Aan Muawanah.
 
 
Saat perbincangan berlangsung dan menjadi host, WH menggali informasi dari para narasumber dengan melakukan wawancara 'serasan', serius tapi santai.
 
"Selamat malam para pemiarsa dan pencinta WH podcast, masih dalam uji coba ini," ucap WH sebelum mengawali perbincangan dengan Agus Tauchid dan Aan Muawamah.
 
Dua kepala dinas yang mengurusi bidang ketersediaan pangan itu dicecar dengan sejumlah pertanyaan seputar program-program yang tengah dijalankan.
 
Salah satunya yang ditanyakan WH adalah terkait kondisi ketersediaan dan sebaran pasokan bahan pangan, serta perkembangan kondisi dunia pertanian di tengah pandemi Covid-19.
 
Agus Tauchid ditanyai perihal pertumbuhan sektor pertanian dimasa pandemi ini mengabarkan bahwa menurutnya, sektor pertanian sama sekali tidak tekena imbas negatif akibat Pandemi ini. Bahkan menurutnya sektor pertanian mengalami kenaikan positif. 
 
Provinsi Banten, kata Agus, merupakan sentra produksi beras nasional, yang tersebar di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Tanggerang.
 
"Produksi padi Banten kita selalu surplus. Pencapaian ini berkat kerja kera petani dan peran serta pemerintah dalam mengucurkan berbagai program" ujar Agus
 
 
Selain itu kata Agus, gula semut aren, kopi dan kelapa menjadi komoditi unggulan. Dimana produk pertanian ini sudah menjdi primadona dan ikon Provinsi Banten, karena kualitasnya yang bagus.
 
Senada dikatakan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Aan Muawanah. Ia menjelaskan bahwa produksi bahan pangan pokok di Banten mengalami surplus, seperti padi, jagung, telur, daging unggal. 
 
"Harga bahan pangan di tingakat pasar relatif stabil dan terjangkau oleh masyarakat. Karena itu tugas kami untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pangan," ujar Aan.
 
 
Di menit-menit akhir, WH meng-endorse dua produk lokal Banten, yakni kopi dan gula semut asli Banten.
 
"Sebelum kita akhiri, kita cobain dulu kopi WH ini. Kopinya kopi Banten, gulanya gula aren Banten. Luar biasa ini, biasnya ada di kafe-kafe," katanya.***

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Teks dan Makna Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:08 WIB
X