• Rabu, 27 Oktober 2021

Masih Ingat Kasus yang Menjerat Dosen Unsyiah Saiful Mahdi? DPR Setujui Pemberian Amnesti

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 22:11 WIB
DPR RI menyetujui Jokowi memberikan amnesti kepada dosen Unsyiah Saiful Mahdi (Web DPR RI)
DPR RI menyetujui Jokowi memberikan amnesti kepada dosen Unsyiah Saiful Mahdi (Web DPR RI)
 
POROS.ID - DPR RI akhirnya menyeetujui permohonan amnesti Saiful Mahdi, yang merupakan terpidana atas kasus pencemaran nama baik.
 
Saiful Mahdi merupakan dosen Universitas Syiah (Unsyiah) Kuala, Banda Aceh, yang diperkarakan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
 
Dilansir dari akun youtube DPR RI yang di unggah pada tanggal 8 Oktober 2021, Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar membacakan surat dari RI Joko Widodo.
 
Surat itu bernomor R46/Pres/09/2021, tertanggal 29 September 2021 perihal permintaan pertimbangan atas permohonan amnesti Saiful Mahdi, kepada DRP RI.
 
Muhaimin membacakan surat tersebut dalam rapat paripurna DPR RI Ke-7 masa persidangan I tahun 2021 yang di gelar di gedung DPR RI pada Kamis, 7 Oktober 2021.
 
Dalam paripurna tersebut, semua anggota DPR RI menyetujui permohonan amnesti Saiful Mahdi.
 
Diketahui, kasus yang menjerat Saiful Mahdi ini berawal dari kritik yang ia sampaikan terkait proses tes CPNS untuk dosen di Fakultas Teknik Unsyiah pada 25 Februari 2019 lalu.
 
Saiful mengkritik proses rekrutmen lantaran dirinya mengetahui adanya berkas peserta yang diduga tak sesuai persyaratan, namun tetap diloloskan oleh pihak kampus. Kritik itu disampaikan melalui grup WhatsApp.
 
Oleh pihak kampus Saiful lantas dilaporkan ke pihak kepolisian. Tepat pada 2 September 2019, Saiful ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik dengan menggunakan Pasal 27 Ayat (3) Undang-undang ITE.
 
Kemudian, Saiful ditetapkan bersalah dengan vonis 3 bulan penjara dan denda Rp 10 juta oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh pada 4 April 2020.
 
Saiful sempat mengajukan permohonan banding dan kasasi, namun ditolak. Kejaksaan Negeri Banda Aceh pun mengeksekusi vonis terhadap Saiful pada 2 September 2021.***

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Teks dan Makna Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:08 WIB
X