• Rabu, 27 Oktober 2021

Sebelum Mangkrak Satu Setengah Bulan, Pengerjaan SPAM Dinas PUPR Lebak Sempat Melenceng dari RAB

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:05 WIB
Di awal pengerjaan SPAM, pekerja sempat ngebor air, padahal sesuai rencana pada BOQ dan gambar rencana versi LPSE, sumber air memanfaatkan air dari  aliran sungai Cibinuangeun  (Tim Poros)
Di awal pengerjaan SPAM, pekerja sempat ngebor air, padahal sesuai rencana pada BOQ dan gambar rencana versi LPSE, sumber air memanfaatkan air dari aliran sungai Cibinuangeun (Tim Poros)
 
POROS.ID - Pengerjaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di kawasan perdesaan berupa broncaptering yang berlokasi di Desa Sumberwaras, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak sempat melenceng dari Bill Of Quantiy (BOQ) atau Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar rencana.
 
Berdasarkan BOQ dan gambar rencana yang diperoleh Poros.id dari web LPSE Pemkab Lebak, sumber air yang akan dimanfaatkan adalah aliran sungai Cibinuangeun, tepatnya sungai di sekitaran wisata air terjun Curug Kebo.
 
Namun, pada awal pengerjaan, pihak pelaksana sempat akan menggunakan sumber air SPAM dari air sumur bor.
 
 
Bahkan di lokasi, tepatnya dekat bak penampungan air sudah dilaksanakan pengerjaan pengeboran air. Padahal item itu tidak ditemukan, baik dalam RAB maupun pada gambar rencana (versi LPSE).
 
Hal itupun sempat menuai protes keras, lantaran selain volume air disinyalir akan kecil, warga juga khawatir akan berdampak pada matinya mata air pada sumur gali atau sumur timba mereka. 
 
Pihak pelakasanapun merespons protes warga dan pekerjaan dilanjutkan sesuai dengan rencana, yakni menggunakan sumber air dari Sungai Cibinuangeun (Curug Kebo).
 
 
Masih berdasarkan BOQ dan gambar rencana, SPAM ini dibangun dengan menyediakan dua bak beton, yakni penangkap mata air (broncaptering) kapasitas 3 liter per detik dengan elevasi 52 meter diatas permukaan laut (mdpl) dan satu lagi bak penampungan air dengan elevsai 52 mdpl.
 
Dari bak penampungan ini, air kemudian dialirkan ke rumah rumah warga menggunakan pipa HDPE. Dan setiap rumah warga penerima manfaat dipasangi kran air clamp sadlle. 
 
Total rencana pengerjaan instalasi sambungan rumah (SR) sebanyak 150 unit SR. Namun hingga 10 Oktober 2021, pemasangan kran air ke rumah penerima manfaat baru mencapai 75 SR.
 
 
Menurut kesaksian warga di sekitar lokasi, proyek tersebut sudah berminggu-minggu ditinggalkan oleh pelaksana, sehingga di lokasi sama sekali tidak ada aktifitas pengerjaan.
 
Padahal berdasarkan plang proyek yang terpampang di lokasi, masa pelaksanaan pengerjaan SPAM ini adalah selama 120 hari kalender, yakni terhitung dari tanggal 20 April 2021 sampai 17 Agustus 2021.
 
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, Maman Suparman, dikonfirmasi Poros.id beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa pada kegiatan tersebut ada beberapa item penambahan pekerjaan, sehingga hal itu berdampak pada pengurangan unit sambungan rumah.
 
Namun demikian, agar wartawan mendapatkan informasi lebih detail, Maman menyarankan kepada wartawan untuk meminta konfirmasi lebih lanjut kepada pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) bernama Deni. Saat berulang kali dihubungi melalui WA Messenger, Deni tidak merespons.
 
Untuk diketahui, proyek tersebut didanai APBD Lebak tahun anggaran 2021 senilai Rp516.515.000.00 dan pengerjaannya dilaksanakan oleh CV. Tiga Putri.***
 
 
 

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Teks dan Makna Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:08 WIB
X