• Rabu, 27 Oktober 2021

Berbahaya, Akibat ada yang Bermain Layangan di Tempat Ini, Seorang Pria Luka Serius Dilarikan ke RS

- Senin, 11 Oktober 2021 | 13:36 WIB
Ilustrasi bermain layang-layang (Tangkap layar Fb Layang-layang Fans Club)
Ilustrasi bermain layang-layang (Tangkap layar Fb Layang-layang Fans Club)
 
 
POROS.ID - Layang-layang adalah sebuah mainan yang terbuat dari kertas, berkerangka yang diterbangkan ke udara dengan memakai tali atau benang sebagai kendali.
 
Permainan layang-layang ini tidak hanya dimainkan oleh anak-anak, melainkan orang dewasa pun banyak yang melakukannya. Hal itu lantaran bermain layang-layang begitu menyenangkan.
 
Di lain sisi, ada sebuah pelajaran berharga dari permainan layang-layang ini, yaitu semakin tinggi layang-layang yang kita mainkan terbang, maka akan semakin kencang angin yang menghembusnya. Hal ini menjadi sebuah tantangan yang mengasyikan.
 
 
Sehingga ini bisa kita maknai dalam kehidupan kita sehari-hari, bahwa semakin maju karier kita, semakin tinggi jabatan kita, maka rintangannya pun akan semakin besar. 
 
Maka ketika karier kita sudah semakin tinggi, haruslah pandai-pandai mengendalikannya. Seperti halnya saat bermain layang-layang itu.
 
Kembali ke permainan layang-layang yang merupakan salah satu permainan tradisional dari Indonesia. Meski banyak diminati orang dewasa, namun yang mendominasi, layang-layang ini dimainkan oleh anak-anak.
 
 
Apabila anak kita menyukai permainan ini, kita tidak harus melarangnya karena khawatir dia tidak memiliki masa kecil yang bahagia, namun jangan juga diabaikan.
 
Yang paling harus menjadi perhatian orang tua adalah lokasi yang dipakai oleh anak untuk bermain layang-layang, jangan sampai dia bermain di dekat kabel sentral PLN atau di sekitaran jalan raya.
 
Jika hal itu dilakukan oleh anak kita, khawatir kejadian buruk akibat permainan layangangan seperti di Kota Bandung ini terulang.
 
 
Dilansir Poros.id dari prfmnews.id, seorang warga Kota Bandung bernama Beni menjadi korban gelasan layang-layang di Flyover Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat pada Sabtu 9 Oktober 2021 sore.
 
Awal mula kejadian saat Beni melintas melajukan kendaraan bermotor dari arah Antapani menuju Kiaracondong. 
 
Setibanya di lokasi kejadian, Beni tidak menyadari ada gelasan layang-layang yang melintang memotong jalan. Akibatnya, Beni mengalami luka parah di mata bagian kanan.
 

Dia menceritakan, saat itu dirinya sedang dalam perjalanan pulang setelah bekerja, sekira pukul 17.00 WIB, tiba-tiba menghentikan motor yang ia kendarai, karena bagian dahi serta mata kanannya mengeluarkan darah.

Warga yang melihat kejadian itu langsung melarikan Beni ke Rumah Sakit Mata Cicendo. Beni kemudian diarahkan untuk masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Mata Cicendo.

Ketika berada di IGD, dokter yang menangani Beni menyatakan pupil mata kanan pria paruh baya itu sobek karena terkena gelasan layang-layang.
 
Baca Juga: Isi Surat Brigjen Junior untuk Kapolri: Bela Rakyat Buta Huruf dan Babinsa
Prosedur tindakan operasi dilakukan untuk menangani luka sobek pada mata kanan yang dialami Beni.

Berdasarkan pengamatan dari foto yang dibagika Beni ke Redaksi PRFM, dahi Beni harus dijahit karena mengalami luka akibat terkena gelasan layang-layang yang melintang di Flyover Kiaracondong.***

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Teks dan Makna Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:08 WIB
X