• Rabu, 27 Oktober 2021

Air Mata Maria Jatuh Ceritakan Dua Atlet Peraih Medali Ini: Susanti Dijemput Pickup, Raju Pakai Dana Pribadi

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 13:20 WIB
Maria Ursulla Dewa mengaku air matanya jatuh saat menceritakan Susanti, atlet Muaythai NTT dijemput pickup dan Raju atlet selancar pakai dana pribadi (Olahan dari Facebook)
Maria Ursulla Dewa mengaku air matanya jatuh saat menceritakan Susanti, atlet Muaythai NTT dijemput pickup dan Raju atlet selancar pakai dana pribadi (Olahan dari Facebook)
 
POROS.ID - Memiliki anak muda yang bertalenta seharusnya menjadi kebanggaan bagi pemerintah daerah dan patut diberikan apresiasi bahkan penghargaan.
 
Terlebih jika putra daerah memiliki potensi cemerlang sehingga mampu menunjukkan prestasinya di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
 
Namun nahas yang dialami dua atlet asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka adalah Raju Sena Seran, atlet selancar dan Susanti Ndapataka Atlet muaythai.
 
 
Meski mampu menorehkan prestasi di ajang PON XX, namun keduanya tak mendapat perlakuan istimewa dari pemerintah daerahnya sendiri.
 
Pertama Raju Sena Seran, dia berhsail meraih dua medali dalam PON XX di Papua. Yakni medali perak cabang olahraga selancar ombak kelas Shortboard (Papan Pendek) dan medali perunggu kelas Aerial (Mengudara Putera).
 
Namun siapa sangka, dia berangkat dari NTT ke Papua menggunakan dana pribadi. Hal itu lantaran Pemprov NTT tidak menyertakan cabang olahraga selancar ombak.
 
Dilansir Poros.id dari akun Facebook Maria Ursulla Dewa yang diposting Kamis 7 Oktober 2021, disebutkan bahwa Raju sebelumnya sempat mengusulkan untuk ikutan di ajang PON XX, tapi ditolak, dengan alasan tidak akan dapat medali karena cabang olahraga tidak diunggulkan.
 
 
"Belum berperang sudah menyerah duluan, sedangkan Raju sendiri adalah atlet  asal NTT yang pernah tiga kali juara ASEAN dan sempat ke Hawai, Amerika serta Brasil, untuk ikut dalam lomba selancar ombak," tulis akun Maria.
 
Yang kedua adalah Susanti Ndapataka, atlet muaythai peraih medali emas pertama untuk Provinsi NTT. Tapi kata Maria, tidak ada yang istimewa dari penjemputan Susanti meski menorehkan prestasi. 
 
Ironisnya, dari bandara Susanti hanya dijemput dengan mobil pick up yang disiapkan oleh keluarganya. Video penjemputan Susanti pun viral di media sosial.
 
 
"Lihat begini air mata jatuh, dimana hati nurani pemerintah NTT?, apakah sudah hilang ditelan bumi," ucapnya.***

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Teks dan Makna Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:08 WIB
X