• Kamis, 7 Juli 2022

Diduga Limbah Berbahaya dari PT. Cemindo Gemilang Disimpan Sembarangan

- Selasa, 17 Maret 2020 | 13:05 WIB

LEBAK - Limbah bata isolasi (bata penahan panas/bata api) diduga bekas pakai perusahaan semen merah putih Bayah PT. Cemindo Gemilang menumpuk di sebuah area yang lokasinya hanya sekitar puluhan meter dari gedung Madrasah Diniyah Al Ittihad, Kampung Sukarasa Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

Tak banyak warga yang tahu, jika bongkahan mirip batako yang menumpuk sejak sekitar pertengahan bulan Februari 2020 lalu itu, ternyata masih memiliki nilai jual, sehingga ada pihak yang mengambil manfaat.

Pantauan wartawan di lokasi, Minggu (15/3), tampak beberapa tumpukan bata isolasi bekas pakai, sebagian berwarna hitam, sebagian kecoklatan-coklatan. Berat satu buah bata bekas itu ditaksir mencapai 10 kilogram.

Diperoleh informasi, bata penahan panas itu biasanya digunakan oleh pekerja perusahaan pada saat proses pembuatan curah semen, yaitu pembakaran kiln (ruang termal terisolasi/oven). Bata isolasi ini fungsinya untuk meredam panas pada proses pembuatan klinker (curah semen) di kiln.

Sumber informasi Poros.id mengatakan, setelah tidak terpakai lagi, limbah itu kemudian disimpan entah oleh siapa ke lokasi tersebut. "Dari lokasi itu kemudian ada yang mengangkut, di jual ke luar daerah," katanya ditemui di wilayah setempat, Minggu 15/3/2020.

Kepala Seksi Penegakan Hukum Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten Dendi menyatakan bahwa bata penahan panas bekas pakai tersebut menurutnya termasuk bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Sehingga, sistem pengelolaan limbah tersebut seharusnya dilakukan sesuai prosedur, tidak boleh dibuang atau disimpan disembarang tempat.

"Bata penahan panas yang dipakai untuk mengurangi tingkat kepanasan yang dihasilkan dari pembakaran batu bara atau pembakaran lainnya maka sisa pemakaian bata tersebut termasuk kategori limbah B3," ujarnya di Kota Serang, Senin 16/3/2020.

Jika benar berasal dari perusahaan semen PT. Cemindo Gemilang, maka kata Dendi, PT. Cemindo telah melanggar peraturan terkait sistem pengelolaan limbah. "Kami akan mengecek kebenaran informasi tersebut, jika terbukti maka akan ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku." tukasnya. (Iy/Red01)

Editor: Administrator

Terkini

X