• Kamis, 7 Juli 2022

Cemari Sumber Air, Penambangan Pasir Kuarsa Milik PT Cemindo Gemilang Dikeluhkan Warga Bayah

- Senin, 6 Januari 2020 | 22:07 WIB

LEBAK - Aktivitas penambangan pasir kuarsa milik PT Cemindo Gemilang plant Bayah dikeluhkan warga Kampung Sawah, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah. Hal itu lantaran, penambangan pasir tersebut telah mengotori sumber air yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga sekitar Usup mengatakan, sejak keberadaan tambang pasir kuarsa, sumber air di wilayahnya kini tercemar. Pasalnya, air yang biasa digunakan untuk keperluan warga sehari-hari seperti minum, mencuci dan mandi menjadi keruh dan berlumpur.

Selain mencemari sumber air. Tambang pair itu juga telah merusak sarana air bersih yang disediakan oleh pemerintah melalui program Pamsimas. Jika hal itu tetap dilakukan pembiaran. Maka, warga setempat akan mengalami krisis air bersih.

"Saya menyesalkan kegiatan penambangan ini. Boro-boro memberikan bantuan air bersih untuk warga, malah yang ada pun (Pamsimas bantuan dari pemerintah) malah terkena dampak oleh penambangan ini,” kata Usup saat ditemui awak media, Bayah, Senin 6/1/2020.

Tak hanya itu, ijelaskan Usup, penambang pasir kuarsa juga telah menimbulkan bencana longsor lumpur pada 2017 yang mengakibatkan lima rumah warga dan hektaran lahan pertanian milik warga tertimbun material lumpur.

Ironisnya, pemilik rumah dan lahan pertanian yang menjadi korban dari longsoran lumpur dari penambangan pasir kuarsa tidak mendapatkan ganti rugi yang setimpal. Oleh karenanya, ia pun meminta kepada pemerintah untuk segara mengentaskan masalah tersebut.

"Kami berharap pemerintah mengevaluasi kegiatan penambangan pasir kuarsa milik PT. Cemindo Gemilang Plant Bayah" tandasnya.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Tanmin GM. PT. Cemindo Gemilang Plant Bayah tidak merespon sampai berita ini diterbitkan. (Ris/Red02)

Editor: Administrator

Terkini

X