• Kamis, 7 Juli 2022

DLH Tutup Mata, JMPB Akan Laporkan PT. Cemindo Gemilang ke Gakkum KLHK

- Rabu, 28 Agustus 2019 | 17:44 WIB

LEBAK - Jaringan Masyarakat Peduli Bayah (JMPB) akan melaporkan perusahaan semen merah putih PT. Cemindo Gemilang ke Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (GAKKUM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam waktu dekat ini.

Baca Juga: https://poros.id/4741/pencemaran-udara-pt-cemindo-sudah-dilaporkan-ke-dlh-lebak-dilempar-ke-klhk.html

JMPB menilai PT. Cemindo Gemilang diduga telah melakukan pelanggaran undang-undang 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yakni pasal 69 ayat 1 hruf a yang berbunyi setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup.

JMPB terpaksa akan lapor ke Gakkum KLHK, lantaran mereka juga menilai, selama ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten selalu tutup mata.

Baca Juga: https://poros.id/4187/aktivis-menduga-dlhk-banten-sekongkol-dengan-pt-cemindo-soal-pencemaran-lingkungan.html

"Atas pelanggaran undang-undang itu kami akan melakukan upaya hukum sambil terus menampung aduan dan keluhan warga terkait dampak lingkungan, sosial dan budaya. Minggu ini kita akan ke Gakkum KLHK didampingi Walhi (Wahana Lingkungan Hidup). Lapdu sudah lengkap," kata Sekpel JMPB Henriana kepada Poros.id, Rabu 28/8/2019.

Menurut Henriana, saat ini masyarakat, khususnya warga Kecamatan Bayah sudah tidak tahan dengan keberadaan perusahaan semen tersebut. Pasalnya, kata dia, dampak dari kelalaian perusahaan tidak hanya menimbulkan polusi yang mengganggu kesehatan, namun juga berimbas pada menurunnya kualitas udara di Bayah dan sekitarnya.

"Kebocoran sudah terjadi berulang kali. Pernyataan pihak Cemindo membuktikan telah terjadi kelalaian yang mengakibatkan dampak polusi luar biasa dan berakibat buruk terhadap kesehatan. Kelalaian itu juga membuktikan ketidakbecusan managemen dalam menjalankan SOP," tandasnya.

Di lain sisi, Henriana pun menilai bahwa janji pengobatan gratis yang akan dilakukan oleh perusahaan kepada warga yang terkena ISPA tidak tepat. Karena menurutnya, tanpa mendapatkan pengobatan dari PT Cemindopun, masyarakat masih bisa berobat dengan menggunakan jaminan kesehatan.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X