• Kamis, 20 Januari 2022

57 Pegawai KPK Dipecat Tanpa Pesangon, Giri: Buruh Pabrikpun Masih Dapat

- Senin, 20 September 2021 | 22:19 WIB
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti-Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono (Twitter @girisuprapdiono)
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti-Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono (Twitter @girisuprapdiono)

POROS.ID - Direktur Sosialisasi Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono menyoroti pemecatan 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak memenuhi syarat asesmen Tes Wawancara Kebangsaan.

Diketahui melalui surat keputusan pimpinan KPK yang diunggah oleh Giri di akun Twitter miliknya, pada Senin 20 September 2021, pemberhentian dengan hormat kepada 57 pegawai KPK itu terhitung mulai tanggal 30 September 2021 mendatang.

Disebutkan pula dalam surat yang ditanda tangani langsung oleh Firli Bajuri itu, pegawai KPK yang diberhentikan itu, hanya diberikan tunjangan hari tua dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan, tanpa diberikan uang pesangon atau uang pensiun.

Baca Juga: Rizal Ramli Sebut Jokowi Layak Dipolisikan, Ngabalin: Dia Dendam karena Sakit Hati

Giri menilai, soal tunjangan hari tua dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan tidak perlu disebutkan dalam surat pemberhentian. Karena dengan disebutkan seperti itu, seolah-olah KPK yang memberikan tunjangan, padahal bukan.

"57 pegawai KPK yg dipecat itu tanpa pesangon dan pensiun sama sekali. Tetapi SK pemecatan ketua KPK ini berbunyi seakan mrk memberikan tunjangan, padahal itu adalah tabungan kita sendiri dlm bentuk tunjangan hari tua & BPJS," cuit Giri.2

Ia mengaku miris melihat kondisi ini, pasalnya, para pegawai KPK yang sudah memiliki banyak jasa pengabdiannya terhadap negara, diperlakukan lebih tidak baik dari buruh pabrik. "Buruh pabrik pun msh dapat pesangon, tidak untuk 57!," cetusnya.

Baca Juga:

Cuitan Giri Suprapdiono diakun twitter pribadinya

Halaman:

Editor: Rahmat Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X