• Jumat, 20 Mei 2022

Beras PPKM Menuai Polemik, DPRD akan Uji Kualitas, Polres Lebak Cek ke Lapangan

- Senin, 9 Agustus 2021 | 17:52 WIB

LEBAK - Bantuan beras PPKM di Kabupaten Lebak menuai polemik. Pasalnya meski beras bantuan tambahan untuk para KPM PKH dan KPM BST itu standarnya sudah ditetapkan kelas medium oleh Kementerian Sosial, namun di lapangan banyak ditemukan beras berwarna kusam dan bercampur dengan beras yang berwarna kuning. Bahkan di Desa Lebak Parahiang, Kecamatan Leuwidamar ditemukan beberapa karung beras PPKM yang kondisinya busuk dan berjamur.

Namun meski kondisi beras seperti itu (kusam dan bercampur beras warna kuning), pihak Bulog Cabang Lebak tetap mengklaim bahwa beras tersebut berjenis medium. Guna menemukan titik terang dan keadilan, Ormas Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) akan melaporkan hal ini kepada aparat penegak hukum (APH).

Baca Juga: https://poros.id/6083/dinilai-memalsukan-jenis-beras-bulog-lebak-akan-dilaporkan-ke-aph.html

Sementara itu wakil Ketua Komisi III DPRD Lebak Acep Dimyati, memastikan bahwa pihaknya akan memanggil Dinas Sosial dan Bulog Lebak pada Rabu (11/8) lusa. Selain akan meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait tersebut, salah satu tindak lanjut yang akan dilakukan Komisi III adalah meminta agar ahli menguji kualitas beras. Apakah masuk kelas medium atau tidak.

Baca Juga: https://poros.id/6078/bantuan-beras-ppkm-di-malingping-disebut-bukan-beras-medium.html

Merespons hal tersebut, Kapolres Lebak AKBP Teddy Rayendra mengaku akan segera melakukan pengecekan ke lapangan. Terutama ke wilayah-wilayah yang dikabarkan mendapatkan bantuan beras PPKM dengan kondisi tersebut.

"Kita akan cek ke lapangan kaitan dengan kualitas beras," singkatnya dihubungi Poros.id melalui WA Messenger, Senin 9/8/2021.

Editor: Administrator

Terkini

X